Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Aku Harus Resah dengan Gelap Masa Lalu?

Ketika kelak aku memilih kamu sebagai orang yang ku gadang-gadang sebagai pendamping hidupku. Apakah aku harus menimbang masa lalumu yang gelap itu?
Apakah kegelapan masa lalumu bisa ku terima kelak?
Saya masih saja terhanyut dalam rangkaian tanya. Hari ini saya belum tahu segelap apakah masa lalumu, karena kau belum menyampaikan secara jujur dan terbuka. kau hanya mengatakan, "ada sesuatu yang berat untuk kau ceritakan padaku". Aku tak tahu jelas apa itu.


Gelap terang masa lalu adalah sejarah bagi sosok yang melaluinya. sesuatu telah terjadi sulit untuk kita tata menjadi sesuatu yang kita harapkan. karena hal itu telah terjadi. yang perlu dilakukan adalah tidak menjatuhkan diri pada jurang yang sama di hari - hari mendatang.

Menyikapi apa yang nantinya kau sampaikan tentang kegelapan itu adalah mencoba menerimanya dengan hati terbuka, karena saya bukanlah lelaki sempurna, saya juga bukan lelaki yang memiliki segalanya, saya pun juga punya kelemahan - kelemahan serta juga punya masa lalu yang mungkin akan di nilai gelap oleh orang lain. Saya mencoba menganggap masa lalu adalah bekal pengalaman belajar saja. Dan yang paling penting adalah menatap hari-hari depan yang akan segera di lalui.

Setiap manusia pasti punya noda. Walau aku belum tahu, Apa yang kau sebut dengan gelap. Aku tetap bersiap menerimamu apapun kondisinya.
Tatap masa depan, masa lalu jadikan pelajaran.
Senang berada di sampingmu sayang.

1 komentar untuk "Apa Aku Harus Resah dengan Gelap Masa Lalu?"

  1. Manusia mungkin berbuat salah tetapi yang tidak dibenarkan adalah mempertahankan sesuatu yang tidak seharusnya dipertahankan dan mengulanginya hingga menjadi kebiasaan

    BalasHapus