Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berpetualang ke Pulau Miangas, Pulau Paling Utara Indonesia (1)

Suatu hari di akhir bulan April, saya mengikuti kuliah Demokrasi dan HAM yang diampu oleh Ibu Hevi Kurnia Hardini, M.Gov. Beliau adalah dosen yang sangat memperhatikan kualitas dalam mengajar. Beliau sangat berusaha, agar ketika membawa mata kuliah, semua mahasiswa bisa memahami dengan baik. Setelah mata kuliah usai dan teman-teman yang lain telah keluar, saya mendekati meja bu Hevi dan minta saran untuk skripsi yang sebaiknya saya ambil. setelah mengobrol lebih dari 10 menit, saya katakan, 'kira-kira skripsi apa yang paling menarik menurut ibu?' Dia menyarankan mengambil penelitian tentang pulau perbatasan yang masih jarang di angkat di lingkup Universitas Muhammadiyah Malang. Saya pikir menarik. Dan saya mengiyakan. Tapi, saya ingin cari data dulu tentang pulau apa yang akat diteliti.

Setelah mencari data di internet, saya bertemu lagi dengan bu Hevi. Saya bilang, saya akan meneliti di pulau Miangas dan Marore (Sulawesi Utara) yang berbatasan langsung dengan Filipina. Beliau kemudian merespon dengan baik dan memberi dukungan untuk segera bertemu dengan dosen pembimbing saya, Ibu Tri Sulityaningsih, M.Si. Setelah itu saya bertemu Ibu Tri, dia mendukung dan sepakat dengan Judul Proposal: Kebijakan Pemerintah di Pulau Terluar Indonesia (Studi Kasus Pulau Miangas di Kabupaten Kepulauan Talaud dan Pulau Marore di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Propinsi Sulawesi Utara)
***

Sampai di Manado dan Menuju Melonguane (Kab. Kepulauan Talaud)

Manado, Jum'at 4 Oktober 2013

Saya tiba di Manado Kamis, tanggal 3 Oktober 2013. Berangkat dari surabaya via Pesawat Sriwijaya Air. Di Bandara SAM Ratulangi, saya dijemput teman-teman Mapala Tarsius (Mapala Politeknik Negeri Manado), Yuan, Jack, Bolmi, dan Karson. Saya diajak ke sekretariat Mapala Tarsius, yang berada dalam kampus Poltek. Saya memang telah merencanakan mampir di Mapala Tarsius sebelum ke Miangas. Untuk memenuhi janji saya pada ajakn Ino dan Kiki ke Manado. Tiga tahun lalu, mereka pernah ke DIMPA. Tapi saya cuma bisa berkomunikasi lewat Handphone dengan Ino dan Kiki, karena mereka telah lulus. Ino sedang mencari kehidupan di Makassar dan Kiki di Pulau Kawio. Jadi saya hanya ketemu dengan Junior dan senior-seniornya di Mapala Tarsius.

Sesampai di kampus, anak-anak Tarsius sedang memasang instalasi Flying Fox. Di Situ, saya berkenalan dengan Adi, Tri, Ivan, David.Kebanyakan dari mereka bertanya, mau kemana? Saya bilang mau ke Pulau Miangas dalam rangka penelitian untuk bahan skripsi. Saya juga diajak ngopi di Kantin kampus dan ngobrol-ngobrol. Setelah selesai, saat mau membayar. Saya dilarang, mereka yang bayarkan. Kata mereka, "uang dari Malang tidak laku di sini." Saya teringat anak-anak DIMPA kalau ada tamu dari Mapala atau Pencinta Alam lain juga memakai cara yang sama. Mungkin mereka balas dendam ya. hehehe...

Setelah itu, saya diajak ngumpul-ngumpul di dekat instalasi Flying fox yang mereka buat dalam rangka persiapan Dies Natalis Politeknik Negeri Manado. Saat ngobrol-ngobrol, mereka menyarankan saya mengambil Rute Manado-Melonguane-Miangas. Di Melong saya bisa bertemu dan menginap di tempat salah satu senior Mapala Tarsius, namanya bang Oliver. Akhirnya saya meng"iya"kan saran mereka. Di saat bersamaan saya berbicara lewat HP dengan Bang Oliver, yang sebelumnya berbicara dengan Bolmi (Ketua Mapala Tarsius). Kata bang Oliv, hari Senin, tanggal 7 Oktober ada kapal menuju Miangas.

Tadi pagi saya bersama Jack, ke pelabuhan membeli tiket kapal ke Melonguane. Kapal Holly Mary dengan tarif Rp. 215.000,-. Setelah itu ke rumah Jack sekaligus makan siang. Saya juga dapat beberapa data tentang pulau perbatasan dari Bapak Jack. Kebetulan beliau pernah berkecimpung menangani pulau Terluar.

Tadi saya diantar Jack dan Tri ke pelabuhan. Sekarang saya telah berada di atas kapal Holly Mary, Menyambut perjalanan yang katanya 15 jam. Kapal ini cukup baik karena dilengkapi dengan tempat tidur yang teratur sesuai dengan nomor tiket.

"Petualangan adalah keberanian menghadapi tantangan di tempat-tempat dimana kita merasa asing."

Terminal Keberangkatan Bandara Int. Juanda
Matahari Terbit di Pelataran Parkir Bandara Int. Juanda
Bandara Internasional Juanda Surabaya
Sekretariat Mapala Tarsius
Dapur Mapala Tarsius
Di Sekitar Sekretariat Mapala Tarsius
Jack dan Tri
KM Holly Mary (1)
KM Holly Mary (2)
KM Holly Mary (3)

1 komentar untuk "Berpetualang ke Pulau Miangas, Pulau Paling Utara Indonesia (1)"