Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berpetualang ke Pulau Miangas, Pulau Paling Utara Indonesia (5)

Pulau Karatung, Selasa 8 Oktober 2013

Kapal perintis masih sandar di Pulau Karatung untuk turunkan penumpang dan angkut penumpang akan ke Bitung. Meskipun berada di tempat nan jauh, saya masih bisa makan pisang goreng. Sebenarnya, saya sangat ingin bercerita banyak hal tentang apa saja yang saya lihat dan rasakan. Tapi, pena ini tak bisa mengekspresikan semuanya. Tentang laut yang tak pernah tenang. Tentang angin yang terus bertiup, meskipun tidak kencang tapi juga tidak pelan. Tentang kapal ini yang amat panas karena sirkulasi udara yang kurang baik. Tentang orang-orang baru yang saya temui, dengan bahasa yang amat samar-samar untuk dimengerti. Tentang kesendirian yang benar-benar terasa. Di sini saya lebih bisa memaknai arti kasih sayang daripada sebelumnya. Kesendirian akan membuat kita lebih memahami arti kebersamaan. Tidak akan lama lagi saya akan berada di pulau paling utara Indonesia. Dari jauh saya kirimkan salam 'sayang' bagi orang-orang tersayang. Maafkan bila selama ini saya sangat tidak menyadari perhatian kalian. Saya cinta kalian.

'Kenali diri sendiri, kenali lawan; maka kemenangan sudah pasti ada di tangan! Kenali medan pertempuran, kenali iklim; maka kemenangan akan sempurna!' (Sun Tzu)

Posting Komentar untuk "Berpetualang ke Pulau Miangas, Pulau Paling Utara Indonesia (5)"